Kamis, 19 Juni 2014

RFID SYSTEM

RFID (Radio Frequency Identification)
Rahmad Arifin Cahyanto
25112912 ( 2KB04 )

APA ITU RFID (Radio Frequency Identification) ?
SEJARAH singkat

RFID pertama kali diperkenalkan pertamakali sebagai alat spionase Pemerintah Rusia oleh Leon Theremin sekitar tahun 1945. Namun sebenarnya alat yang dipakai Theremin ini sebenarnya masih bersifat pasif sebagai alat pendengar dan bukan berujud suatu identification tag. Teknologi yang digunakan oleh RFID sendiri sebenarnya sudah ada sejak tahun 1920 an. Suatu teknologi yang lebih dekat dengan RFID, yang dinamakan IFF transponder, beroperasi pada tahun 1939 dan digunakan oleh Inggris pada Perang Dunia II untuk mengenali pesawat udara musuh atau teman. Implementasi RFID saat ini semakin menarik perhatian banyak karena digunakan oleh supermarket atau retailer.

SISTEM/SKEMA DAN CARA KERJA RFID
Penggunaan RFID untuk maksud tracking pertama kali digunakan sekitar tahun 1980 an. RFID dengan cepat mendapat perhatian karena kemampuannya dalam men-tracking atau melacak object yang bergerak. Seiring dengan perkembangan
teknologi, maka teknologi RFID sendiripun juga berkembang sehingga nantinya penggunaan RFID bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Suatu sistem RFID dapat terdiri dari beberapa komponen, seperti tag, tag reader, tag programming station, circulation reader, sorting equipment dan tongkat inventory tag. Keamanan dapat dicapai dengan dua cara. Pintu security dapat melakukan query untuk menentukan status keamanan atau RFID tag-nya berisi bit security yang bisa menjadi on atau off pada saat didekatkan ke reader station. Kegunaan dari sistem RFID ini adalah untuk mengirimkan data dari piranti portable, yang dinamakan tag, dan kemudian dibaca oleh RFID reader dan kemudian diproses oleh aplikasi komputer yang membutuhkannya. Data yang dipancarkan dan dikirimkan tadi bisa berisi beragam informasi, seperti ID, informasi lokasi atau informasi lainnya seperti harga, warna, tanggal pembelian dan lain sebagainya.
Dalam suatu sistem RFID sederhana, suatu object dilengkapi dengan tag yang kecil dan murah. Tag tersebut berisi transponder dengan suatu chip memori digital yang di dalamnya berisi sebuah kode produk yang sifatnya unik. Sebaliknya, interrogator, suatu antena yang berisi transceiver dan decoder, memancarkan sinyal yang bisa mengaktifkan RFID tag sehingga dia dapat membaca dan menulis data ke dalamnya. Ketika suatu RFID tag melewati suatu zone elektromagnetis, maka dia akan mendeteksi sinyal aktivasi yang dipancarkan oleh si reader. Reader akan men-decode data yang ada pada tag dan kemudian data tadi akan diproses oleh komputer.
RFID tag yang aktif, di sisi lain harus memiliki power supply sendiri dan memiliki jarak jangkauan yang lebih jauh. Memori yang dimilikinya juga lebih besar sehingga bisa menampung berbagai macam informasi di dalamnya. Sampai tulisan ini dipublikasikan, ukuran terkecil dari RFID tag yang aktif ini ada yang sebesar koin. Jarak jangkauan dari RFID tag yang aktif ini bisa sampai sekitar 10 meter dan dengan umur baterai yang bisa mencapai beberapa tahun lamanya. RFID tag yang pasif harganya bisa lebih murah untuk diproduksi dan tidak bergantung pada baterai. RFID tag yang banyak beredar sekarang adalah RFID tag yang sifatnya pasif.




TIPE DAN FREKUENSI RFID
Berdasarkan jenisnya RFID terbagi menjadi 3 tipe tag RFID yauti, pasif, semi-pasif dan aktif. RFID pasif tidak menggunakan baterai, semi pasif menggunakan baterai pasif berupa baterai kecil di papan yang diaktifkan ketika di hadapan sebuah pembaca RFID atau reader.sedangkan yang aktif memiliki baterai on-board yang selalu memancar atau menjadi suar sinyal.


Contoh RFID pasif

RFID tag yang pasif tidak memiliki power supply sendiri dan  hanya berbekal induksi listrik yang ada pada antena yang disebabkan oleh adanya frekuensi radio scanning yang masuk, induksi pada antena tersebut sudahcukup untuk memberi teganganbagi RFID tag untuk mengirimkan respon balik. Sehubungan dengan power dan biaya, maka respon dari suatu RFID yang pasif biasanya sederhanya, hanya nomor ID saja. Dengan tidak adanya power supply pada RFID tag yang pasif maka akan menyebabkan semakin kecilnya ukuran dari RFID tag yang mungkin dibuat.
Tag aktif dan semi-pasif, mengandung lebih banyak hardware dan karena itu lebih mahal. Tag ini digunakan untuk barang-barang mahal dan mampu menangkap data untuk jarak yang lebih jauh.

Gambar RFID aktif

Suatu RFID tag adalah sebuah benda kecil, misalnya berupa stiker adesif yang dapat ditempelkan pada suatu barang atau produk. RFID tag berisi antena yang memungkinkan peralatan itu menerima dan merespon terhadap suatu query yang dipancarkan oleh suatu RFID transceiver (transmiter receiver). Kebanyakan RFID tag mengandung setidaknya dua bagian: satu adalah sebuah sirkuit terpadu untuk menyimpan dan pengolahan informasi, modulasi dan demodulasi sebuah frekuensi sinyal radio (RF) serta fungsi khusus lainnya, bagian yang lain adalah antena untuk menerima dan mengirimkan sinyal.

Gambar RFID Reader tetap

Gambar RFID reader Mobile

Alat pembaca (reader) RFID diklasifikasikan menjadi dua jenis: RFID tetap dan RFID mobile . Jika alat pembaca membaca tag di posisi stasioner, hal itu disebut RFID tetap. Pembaca tetap akan menetapkan zona interogasi tertentu dan menciptakan “gelembung” energi RF (radio frekuency/ gelombang radio) yang dapat dikontrol ketat. Hal ini memungkinkan area membaca sangat definitif pada saat tag masuk dan keluar dari zona interogasi. Di sisi lain, jika alat pembaca bersifat bergerak ketika membaca tag, hal itu disebut RFID mobile.
Ada tiga jenis penyimpanan data dalam tag RFID, yaitu read-write (baca-tulis), read (hanya membaca) dan WORM (menulis sekali dan membaca berkali-kali). Data Sebuah tag read-write dapat ditambahkan atau ditimpa. Sedangkan tag read memiliki data yang hanya dapat dibaca, tidak ditambahkan atau ditimpa. Tag WORM dapat memiliki data tambahan tetapi tidak dapat ditimpa. Tag RFID (transfonder) akan mengenali diri sendiri ketika mendekteksi sinyal dari perangkat yang hanya dapat dibaca saja (Red only), dibaca dan ditulis (Read/Wtite), sekali tulis dan banyak baca (write once read many). Serta dalam pengoperasiannya tag RFID tidak memerlukan kontak langsung maupun jalur cahaya untuk dapat beroperasi. RFID dapat berfungsi pada berbagai variasi kondisi
lingkungan dan menyediakan tingkat integritas data yang tinggi.
bila dikategorikan berdasarkan frekuensi radio, terbagi menjadi empat macam RFID tag yang sering digunakan yaitu:
low frequency tag (antara 125 ke 134 kHz)
high frequency tag (13.56 MHz)
UHF tag (868 sampai 956 MHz), UHF tag tidak bisa digunakan secara global, karena tidak ada peraturan global yang mengatur penggunaannya.



aplikasi RFID sebagai tracker indoor

GPS adalah teknologi pilihan untuk pelacakan outdoor seperti kendaraan, aset dan staf di wilayah geografis yang luas. Dimana obyek harus dilacak di luar dan juga di dalam bangunan, maka RFID gabungan dan sistem GPS tagging dapat digunakan sebagai GPS sendiri tidak memberikan posisi dalam ruangan.
RFID dapat menyediakan sistem pelacakan lengkap termasuk personil, unit aset atau kendaraan mount dan web yang unik berbasis sistem aplikasi perangkat lunak yang fleksibel yang disebut Tracker Universal. Informasi pelacakan dibuat tersedia untuk beberapa user melalui internet dari server dedicated web yang dilindungi password. Sistem ini memberikan kontrol, visibilitas, keamanan, keselamatan dan real-time manajemen sumber daya terpencil seperti aset, kendaraan dan staf.

Aplikasi RFID sebagai tracker outdor

Disisi lain, metode palacakan (tracking) pada mahluk hidup seperti manusia atau pun hewan sangat dimungkinkan. Dasar pengembangan RFID untuk manusia adalah sebuah sistem yang disebut SmartCard yang memiliki microchip lithium yang berfungsi membaca data riwayat seseorang yang berhubungan secara elektronik ke pusat data pemerintah seperti informasi kesehatan, data pajak, dan jumlah tabungan serta identitas pribadi lainnya.



GambarI mplementasi chip RFID pada tubuh manusia microchip RFID sebesar beras

RFID memunculkan dua kekuatiran utama bagi para pengguna, yaitu pelacakan tersembunyi (clandestine tracking) dan pengumpulan data secara diam-diam (clandestine inventorying). Tag RFID merespon interogasi reader tanpa memberitahu pemilik atau pembawanya. Karena itu jika berada pada rentang pembacaan reader, scanning secara diam-diam (clandestine scanning) pun mengancam. Ancaman terhadap privasi muncul ketika sebuah nomor seri tag dikombinasikan dengan informasi pribadi, sebagai contoh, ketika seorang konsumen membayar dengan kartu kredit, toko yang melayaninya dapat membuat link antara identitas konsumen tersebut dengan nomor seri tag yang ada padanya. Penjual kemudian dapat mengidentifikasi profil konsumen menggunakan jaringan reader-reader RFID, baik di dalam toko maupun di luar. Tag-tag tertentu, khususnya tag EPC, selain menyimpan nomor seri juga menyimpan informasi tentang item-item yang dipasanginya, biasanya berupa informasi tentang pabrik pembuatnya, serta kode produk. Oleh karena itu orang yang membawa tag EPC dapat mengalami clandestine inventorying. Sebuah reader secara diam-diam dapat dapat menentukan obyek-obyek yang dibawa seseorang dan memanen informasi pribadi penting, misalnya jenis obat yang sedang dibawanya sehingga dapat diketahui penyakit yang dideritanya, loyalty card yang dibawanya sehingga dapat diketahui tempat langganan belanjanya, ukuran bajunya, kesukaan aksesorisnya, dan lain-lain









PENGAPLIKASIAN RFID
Sebuah label RFID dapat ditempelkan ke sebuah obyek dan digunakan untuk melacak dan mengelola inventaris, aset, orang, dan lain-lain. Sebagai contoh, label RFID bisa ditempelkan di mobil, peralatan komputer, buku-buku, ponsel, dan lain-lain.
RFID menawarkan keunggulan dibandingkan sistem manual atau penggunaan kode batangLabel dapat dibaca jika melewati dekat pembaca label, bahkan jika pembaca tertutup oleh objek atau tidak terlihat. Label dapat dibaca di dalam sebuah wadah, karton, kotak atau lainnya. Label RFID dapat membaca ratusan pada satu waktu, sedangkan kode batang hanya dapat dibaca satu per satu.
RFID dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti:
  • Manajement Akses
  • Pelacakan barang
  • Pengumpulan dan pembayaran toll tanpa kontak langsung
  • Mesin pembaca dokumen berjalan
  • Pelacakan identitas untuk memverifikasi keaslian
  • Pelacakan bagasi di bandara














KESIMPULAN
Perkembangan teknologi yang pesat mendorong seseorang untuk kritis dalam menyikapi kebutuhan akan teknologi itu sendiri, namun disisi lain kepentingan organisasi-organisasi, baik perusahaan maupun agen pemerintah untuk melakukan pemantauan yang cepat dan tepat dengan memanfaatkan teknologi RFID melahirkan benturan kepentingan dengan masyarakat atau konsumen. Kemudahan yang diperoleh oleh perusahaan maupun agen pemerintah tersebut tidak jarang menjadi ancaman terhadap privasi bagi berbagai pihak.
Masalah privasi yang diangkat sebagai isu pada pada pemanfaatan sistem RFID secara garis besar meliputi pentingnya pemberian informasi tentang pemakaian teknologi RFID, pelacakan (tracking), pengembangan profil (profilng), dan pemakaian sekunder terhadap informasi hasil scanningdengan RFID. Dua hal yang menjadi kekuatiran utama bagi konsumen dan masyarakat adalah pelacakan tersembunyi (clandestine tracking) dan pengumpulan data secara diam-diam (clandestine inventorying). Kedua hal tersebut sangat dimungkinkan karena tag RFID tidak pernah memberitahu pemilik atau pembawanya dalam responnya terhadap interogasi dari reader. Bentuk ancaman yang diakibatkan oleh hal-hal tersebut antara lain kehilangan anonimitas dan tersebarnya data pribadi yang seharusnya dijaga kerahasiaannya yang tidak jarang dapat mengakibatkan berkurang atau bahkan hilangnya daya terima pihak lain terhadap yang bersangkutan.















MATERI REFERENSI
http://utuhkaciput.wordpress.com/2011/03/10/cara-kerja-rfid/
http://www.terbaca.com/2011/11/teknologi-ids-gps-dan-rfid-dalam-bola.html
http://www.solper.com/pic/48-Vol-2-b.pdf
http://www.pekalongankab.go.id/fasilitas-web/artikel/teknologi/1615-rfid-radio-frequency-identification-sebagai-teknologi-sistem-pengindentifikasian-objek-otomatis.html
http://www.rfidc.com/docs/indoor_rfid_tracking.htm

http://hariyadi.comuv.com/?p=14

Download Here : File PPT File Doc

Minggu, 06 April 2014

Berbagai Macam System Output


TUGAS SOFTSKILL INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER










Rahmad Arifin Cahyanto
2 KB 04
25112912
Output System
2014
KATA PENGANTAR

     Puji syukur saya haturkan ke hadirat Tuhan YME, karena dengan karunia-Nya saya dapat menyelesaiakan karya ilmiah yang berjudul “Output System”. Meskipun banyak hambatan yang saya alami dalam proses pengerjaannya, tapi saya berhasil menyelesaikan tugas softskill ini tepat pada waktunya.

Tidak lupa saya sampaikan terimakasih kepada bapak Mohammad Iqbal selaku Dosen IMK kelas 2KB04 yang telah membantu dan membimbing saya dalam mengerjakan tugas softskill ini. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.
     Tentunya ada hal-hal yang ingin saya berikan kepada masyarakat dari hasil tugas softskill ini. Karena itu saya berharap semoga tugas softskill ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.

Penulis menyadari bahwa dalam menyusun karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya makalah ini. Penulis berharap semoga karya tulis ini bisa bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.









Depok,  April 2014




Rahmad Arifin Cahyanto


Cara Kerja Output System :
Monitor ( LCD , LED , PLASMA , TOUCHSCREEN ), Projector ( LCD ), DLP ( Digital Light Processing ), LCoS ( Liquid Crystal on Silicon ) ,Khronos Projector.


CARA KERJA MONITOR LCD (Liquid Crystal Display)
LCD merupakan singkatan dari Liquid Crystal Display. Secara sederhana LCD terdiri dari dua bagian utama yaitu backlight dan kristal cair. Backlight sendiri adalah sumber cahaya yang biasanya terdiri dari 1 sampai 4 buah lampu. Lampu Backlight ini biasanya berwarna putih. Cara kerjanya sebagai berikut : kristal cair akan menyaring cahaya backlight. Cahaya putih merupakan susunan dari beberapa ratus spektrum cahaya dengan warna yang berbeda. Beberapa ratus spektrum cahaya tersebut akan terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah sinar.
Untuk mengatur level gelap/terang (brightness) caranya dalah sebagai berikut : pada waktu kristal cair menutup serapat-rapatnya untuk menghasilkan warna hitam seharusnya tidak ada cahaya backlight yang menembusnya. Namun kenyataannya masih ada cahaya backlight yang bisa menembus kristal cair sehingga tidak bisa menampilkan warna hitam dengan baik. Inilah salah satu kekurangan LCD. Jadi semakin besar Contrast Ratio maka semakin bagus pula LCD dalam menampilkan warna. cara paling mudah untuk mengetahui seberapa bagus Contrast Ratio LCD adalah dengan menampilkan warna hitam di layar. Jika warna hitam tersebut cenderung abu-abu maka masih ada sedikit cahaya backlight yang berhasil menembus kristal cair.
LCD bekerja dengan cara membuka dan menutup layaknya tirai. Proses buka tutup ini berlangsung sangat cepat. Karena itulah ada istilah Response Time di LCD. Response Time adalah waktu yang diperlukan untuk berubah dari posisi kristal cair tertutup rapat (waktu menampilkan warna hitam) ke posisi kristal cair terbuka lebar (waktu menampilkan warna putih). Jadi semakin cepat response time maka semakin baik. Response Time yang lambat akan menimbulkan cacat gambar yang disebut ghosting atau jejak gambar. Biasanya pada objek yang bergerak cepat misal sedang memutar film akan menimbulkan jejak gambar seperti beberapa bujur sangkar yang terlihat seperti persegi.
Kelebihan monitor LCD

* Karakter bright yang nyaman dimata serta bebas distorsi
* Tidak bergantung pada refreshrate
* User frendly
* Hemat listrik
* Ukuran yang ringkas, ringan serta lebih keren




Kekurangan monitor LCD

* Viewing angle terbatas, colour depth terbatas dan gradasi warna kurang
* Tampilan gambar baik hanya di resolusi native-nya
* Response time dan ghosting
* Warna kurang akurat.
* Harga lebih mahal, perlu perawatan ekstra hati-hati dan dead pixel


CARA KERJA MONITOR LED (Light Emitting Diode)
LED dibuat agar lebih efisien jika mengeluarkan cahaya, emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang pakai adalah galium, arsenic dan phosporus, Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula.Pada saat ini warna-warna cahaya LED yang banyak ada adalah warna merah, kuning dan hijau, harganya setengah lebih mahal dari monitor LCD.
LED menggunakan cahaya pancaran diode (light emitting diode) sebagai sumber cahaya televisi. LED menggunakan diode untuk membuat banyak vibrant dan image yang berwarna-warni. Warna hitam akan menajdi benar-benar hitam, bukan hitam abu-abu, dan warna LED lebih realistic dibandingkan televisi LCD. Televisi LED memiliki kontras rasio 500,000:1, juga refresh rate yang tinggi.
Ringkasan:



1. Penciptaan gambar dan warna pada LED masih menggunakan teknologi yang sama denga LCD.
2. TV LED hanya dianggap sebagai TV LCD versi baru, karena sistem backlight baru yang digunakan.
3. TV LED menggunakan Light Emitting Dioda, sedangkan standar LCD TV menggunakan lampu neon sebagai lampu latar (backlight).
4. Layar LED mengkonsumsi daya 50-70% lebih rendah daripada LCD
5. Backlight LED jauh lebih awet daripada LCD
6. Ukuran layar LED bisa lebih tipis
7. Keseimbangan dan saturasi warna layar LED lebih baik
8. Harga monitor atau televisi LED masih lebih mahal daripada LCD


CARA KERJA MONITOR PLASMA
Plasma Monitor merupakan teknologi monitor dengan display datar. Dengan teknologi plasma (gas), ketipisan layar dapat dibuat sebanding dengan LCD, namun memiliki karakteristik citra yang lebih baik dan ukuran layar yang lebih besar. Plasma gas menggunakan fosfor untuk menghasilkan cahaya seperti halnya CRT. Perbedaannya adalah bagaimana energi diberikan kepada fosfor agar fosfor berpendar. Pada plasma gas, tiap sel warna memiliki gas yang bertekanan rendah yang terletak di belakangnya. Tegangan tinggi pada elektroda sel tersebut akan membuat gas bergerak mengarah ke plasma. Radiasi ultraviolet yang dihasilkannya akan mengeksitasi fosfor pada layar dan akan memendarkannya sehingga tertangkap oleh mata kita. Hal ini membuat layar plasma gas berpendar tanpa perlu adanya bantuan cahaya dari belakang layar. Kontras pada plasma gas akan lebih baik dibandingkan LCD.
Tampilan pada monitor plasma gas dapat dibuat lebih besar dibandingkan LCD. Ukuran terbesar yang sedang dikembangkan pada plasma gas sudah mencapai 40 inci, sementara LCD baru mencapai 20 inci. Selain itu, sudut pandang pada plasma gas dapat selebar CRT. Kalau Anda suka menonton pertandingan olah raga atau musik, layar monitor raksasa yang dipasang di sudut-sudut arena tertentu menggunakan teknologi ini.




Kelebihan Monitor Plasma :
  • Bentuknya ramping dan cantik, tidak seperti televisi proyeksi yang memiliki punggung besar.
  • Dapat dipasang di dinding sehingga tidak memerlukan banyak ruang.
  • Menghasilkan rasio kontras yang lebih tinggi.
  • Sudut pandangnya lebih luas daripada LCD.
  • Hampir tidak ada pengkaburan pada gambar serta memiliki respon yang cepat untuk gambar bergerak
Kekurangan Monitor Plasma
  • Rentan terhadap terjadinya pembakaran dalam.
  • Fosfor kehilangan cahaya dari waktu ke waktu sehingga kecerahan gambar dapat berkurang secara bertahap.
  • Monitor layar plasma lebih berat dari LCD karena memiliki layar kaca untuk menahan gas.
  • Penggunaan listriknya lebih besar daripada TV LCD.
  • Bekerja dengan baik pada ketinggian tertentu karena perbedaan tekanan antara gas di dalam layar dan tekanan udara pada ketinggian. Jika telah melewati batas ketinggian yang telah ditentukan, suara yang dihasilkan akan mendengung.
  • Perangkat ini dapat menyebabkan iritasi bagi mereka yang ingin mendengarkan radio AM, amatir radio operator, atau pendengar gelombang pendek.


CARA KERJA MONITOR TOUCHSREEN
Tuchscreen merupakan suatu piranti elektronika yang memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai output (penampil UI) dan sebagai input perintah. Saat ini layar bertipe touchscreen banyak digunakan pada laptop, PDA, Handphone, kamera digital, Mp3 player, dan bahkan mesin foto copy. Secara sederhana, cara kerja sebuah layar sentuh adalah menerjemahkan sentuhan yang diterima pada permukaan layar menjadi posisi koordinat pada layar, kemudian mengeksekusi perintah tertentu yang sesuai dengan gambar yang disentuh pada layar. Sebenarnya bukan gambar tersebut yang memicu eksekusi perintah, tetapi koordinat dari sentuhanlah yang memicu eksekusi perintah. Jadi kira-kira logikanya seperti ini : "Jika koordinat = (x,y) maka kerjakan perintah X".
Mengenali bagaimana cara kerja layar sentuh dapat membantu untuk merawat dan membedakan jenis-jenis layar sentuh pada handphone jaman sekarang ini. Ada 4 jenis, yaitu resistive, capacitive, surface acoustic wave system dan multi touchscreen.





1. Resistive Screen


Sistem resistif layarnya dilapisi oleh lapisan tipis berwarna metalik yang bersifat konduktif dan resistif terhadap sinyal-sinyal listrik. Maksud dari lapisan yang bersifat konduktif adalah lapisan yang bersifat mudah menghantarkan sinyal listrik, sedangkan lapisan resistif adalah lapisan yang menahan arus listrik.


Kedua lapisan ini dipisahkan oleh sebuah bintik-bintik transparan pemisah, sehingga lapisan ini pasti terpisah satu sama lain dalam keadaan normal. Pada lapisan konduktif tersebut juga mengalir arus listrik yang bertugas sebagai arus referensi.



Ketika terjadi sentuhan kedua lapisan ini akan dipaksa untuk saling berkontak langsung secara fisik. Karena adanya kontak antara lapisan konduktif dan resistif maka akan terjadi gangguan pada arus listrik referensi tersebut.


Efek dari gangguan ini pada lapisan konduktif adalah akan terjadi perubahan arus-arus listriknya sebagai reaksi dari sebuah kejadian sentuhan. Perubahan nilai arus referensi ini kemudian dilaporkan ke controllernya untuk di proses lebih lanjut lagi.

Informasi sentuhan tadi diolah secara matematis oleh controller sehingga menghasilkan sebuah koordinat dan posisi yang akurat dari sentuhan tersebut. Kemudian informasi diintegrasikan dengan program lain sehingga menjadi aplikasi yang mudah digunakan.

Layar dengan teknologi ini memiliki tingkat kejernihan gambar sebesar 75% saja, sehingga monitor akan tampak kurang jernih. Touch sensor jenis ini sangat rentan dan lemah terhadap sentuhan benda-benda yang agak tajam.

Teknologi ini tidak akan terpengaruh oleh elemen-elemen lain di luar seperti misalnya debu atau air, namun akan merespon semua sentuhan yang mengenainya, baik itu menggunakan jari tangan langsung maupun menggunakan benda lain seperti stylus. Sangat cocok digunakan untuk keperluan di dalam dunia industri seperti di pabrik, laboratorium, dan banyak lagi.


Definisi sederhananya:

Layar yang cara kerjanya harus ditekan, dapat menggunakan jari atau benda apapun yg ditekankan di layar. Kelemahan untuk layar ini adalah jika diletakkan dikantong (terutama kantong celana), bisa tertekan-tekan dan mengakibatkan layar jadi gampang rusak karena sering tertekan.

Indoor: sangat baik
Outdoor: kurang optimal

Contoh HP yg menggunakan layar resistif adalah Samsung Star, Sony Erricson W950. Siri-cirinya adalah dengan disertakan stylus didalam paket HP-nya. Pilihlah wadah yang menggunakan model flip, jadi layar dapat terlindung dari tekanan. Sebaliknya tidak disarankan menggunakan wadah HP model pouch.


2. Capacitive Screen

Sistem kapasitif memiliki sebuah lapisan pembungkus yang merupakan kunci dari cara kerjanya, yaitu pembungkus yang bersifat capasitive pada seluruh permukaannya. Panel touchscreen ini dilengkapi dengan sebuah lapisan pembungkus berbahan indium tinoxide yang dapat meneruskan arus listrik secara kontiniu untuk kemudian ditujukan ke sensornya.

Lapisan ini dapat memanfaatkan sifat capacitive dari tangan atau tubuh manusia, maka dari itu lapisan ini dipekerjakan sebagai sensor sentuhan dalam touchscreen jenis ini. Ketika lapisan berada dalam status normal (tanpa ada sentuhan tangan), sensor akan mengingat sebuah nilai arus listrik yang dijadikan referensi.


Capacitive Screen Tech

Ketika jari tangan Anda menyentuh permukaan lapisan ini, maka nilai referensi tersebut berubah karena ada arus-arus listrik yang berubah yang masuk ke sensor. Informasi dari kejadian ini yang berupa arus listrik akan diterima oleh sensor yang akan diteruskan ke sebuah controller. Proses kalkulasi posisi akan dimulai di sini.

Kalkulasi ini menggunakan posisi dari ke empat titik sudur pada panel touchscreen sebagai referensinya. Ketika hasil perhitungannya didapat, maka koordinat dan posisi dari sentuhan tadi dapat di ketahui dengan baik. Akhirnya informasi dari posisi tersebut akan diintegrasikan dengan program lain untuk menjalankan sebuah aplikasi.

Capasitive touchscreen baru dapat bekerja jika sentuhan-sentuhan yang ditujukan kepadanya berasal dari benda yang bersifat konduktif seperti misalnya jari. Tampilan layarnya memiliki kejernihan hingga sekitar 90%, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai keperluan interaksi dalam publik umum seperti misalnya di restoran, kios elektronik, lokasi Point Of Sales, dsb.

Definisi sederhananya:
Harus dengan sentuhan jari, tidak dapat menggunakan benda lain (kuku, stylus, dsb). Karena layar ini bekerja dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada ditubuh kita. Layar sentuh model kapasitif ini hampir tidak memiliki kelemahan yang berarti, karena layar ini adalah pengembangan terbaru untuk menggantikan layar resistif.

Indoor: sangat baik
Outdoor: sangat baik

Keunggulannya: layar jenis ini tidak terpengaruh terhadap tekanan, jadi walaupun HP diletakkan dikantong tidak menjadi masalah. Penggunaan wadah model pouch bisa dikategorikan aman. Ciri-cirinya adalah tidak disertakan stylus didalam paket HP-nya. Contoh HP yg menggunakan layar kapasitif adalah Samsung Corby Touchscreen, iPhone.



3. Surface Acoustic Wave System

Teknologi touchscreen ini memanfaatkan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi kejadian di permukaan layarnya. Di dalam monitor touchscreen ini terdapat dua tranduser, pengirim dan penerima sinyal ultrasonik.

Selain itu dilengkapi juga dengan sebuah reflektor yang berfungsi sebagai pencegah agar gelombang ultrasonic tetap berada pada area layar monitor.

Kedua tranduser ini dipasang dalam keempat sisi, dua vertikal dan dua horizontal. Ketika panel touchscreen-nya tersentuh, ada bagian dari gelombang tersebut yang diserap oleh sentuhan tersebut, misalnya terhalang oleh tangan, stylus, tuts, dan banyak lagi. Sentuhan tadi telah membuat perubahan dalam bentuk gelombang yang dipancarkan.



Perubahan gelombang ultrasonik yang terjadi kemudian diterima oleh receiver dan diterjemahkan ke dalam bentuk pulsa-pulsa listrik. Selanjutnya informasi sentuhan tadi berubah menjadi sebentuk data yang akan di teruskan ke controller untuk diproses lebih lanjut.


Data yang dihasilkan dari sentuhan ini tentunya adalah data mengenai posisi tangan Anda yang menyentuh sinyal ultrasonik tersebut. Jika ini dilakukan secara kontinyu dan terdapat banyak sekali sensor gelombang ultrasonic pada media yang disentuhnya, maka jadilah sebuah perangkat touchscreen yang dapat Anda gunakan.

Teknologi ini tidak menggunakan bahan pelapis metalik melainkan sebuah lapisan kaca, maka tampilan dari layar touchscreen jenis ini mampu meneruskan cahaya hingga 90 p.

CARA KERJA PROJECTOR LCD
Proyektor LCD merupakan salah satu jenis proyektor yang digunakan untuk menampilkan video, gambar, atau data dari komputer pada sebuah layar atau sesuatu dengan permukaan datar seperti tembok, dsb. Proyektor jenis ini merupakan jenis yang lebih modern dan merupakan teknologi yang dikembangkan dari jenis sebelumnya dengan fungsi sama yaitu Overhead Projector (OHP) karena pada OHP datanya masih berupa tulisan pada kertas bening. Proyektor LCD biasanya digunakan untuk menampilkan gambar pada presentasi atau perkuliahan, tapi juga bisa digunakan sebagai aplikasi home theater. Proyektor LCD bekerja berdasarkan prinsip pembiasan cahaya yang dihasilkan oleh panel-panel LCD. Panel ini dibuat terpisah berdasarkan warna-warna dasar, merah, hijau dan biru (R-G-B) sehingga terdapat tiga panel LCD dalam sebuah proyektor. Warna gambar yang dikeluarkan oleh proyektor merupakan hasil pembiasan dari panel-panel LCDtersebut yang telah disatukan oleh sebuah prisma khusus. Gambar yang telah disatukan tersebut kemudian dilewatkan melalui lensa dan dijatuhkan pada layar sehingga dapat dilihat sebagai gambar utuh. Gambar yang dihasilkan proyektor LCD memiliki kedalaman warna yang baik karena warna yang dihasilkan olah panel LCD langsung dibiaskan lensa ke layar. Selain itu gambar pada proyektor LCD juga lebih tajam dibandingkan dengan hasil gambar proyektor DLP. Kelebihan lain dari LCD adalah penggunaan cahaya yang lebih efisien sehingga dapat memproduksi “ansi lumens” yang lebih tinggi dibandingkan proyektor dengan teknologi DLP. Sedangkan kelemahan teknologi LCD adalah besar piksel yang terlihat jelas di gambar ini yang menyebabkan teknologi LCD kurang cocok untuk memutar film karena akan terasa seperti melihat film dari balik mata yang terhalang selaput katarak.



CARA KERJA PROJECTOR DLP™ (Digital Light Processing)
Digital Light Processing atau yang disingkat dengan DLP pertama kali dikembangkan oleh Texas Instrument. Pada DLP, cahaya terlebih dahulu akan mengenai sebuah Color Filter berbentuk roda. Kemudian warna yang diperoleh akan mengenai Digital Micromirror Devices (DMD). Dari DMD inilah kemudian cahaya akan diproyeksikan dengan cara dipantulkan ke layar.

DMD adalah sebuah optical chip yang terdiri dari tiga lapis cermin-cermin mikro yang masing-masing lapisan dipisahkan oleh rongga udara yang memungkinkan cermin untuk miring sejauh -10 sampai +10 derajat. Kemiringan setiap cermin DMD akan diatur oleh sebuah chip khusus yang ada pada DMD. Cermin-cermin ini dapat bergerak membelokkan cahaya sampai 5000 kali per detik.

Keberadaan DMD membuat DLP hanya membutuhkan satu set optik saja. Kesederhanaan ini membuat proyektor DLP lebih ringkas dan ringan. Beratnya dapat mencapai kurang dari 250 gram.

Contrast Ratio dan struktur pixel DLP juga lebih baik. Hal ini disebabkan oleh sistem transmisive yang dimiliki oleh DLP. Meskipun pada beberapa sisi DLP lebih baik dari LCD, DLP juga memiliki kekurangan. Penggunaancolorwheel pada DLP mengurangi nilai brightness proyektor. Dari segi harga, proyektor DLP juga lebih mahal, sebab ongkos produksi yang dibutuhkannya memang tinggi.

DLP memiliki cara kerja yang sangat berbeda dengan LCD. Perbedaan lain juga terdapat pada cara DLP memberi warna pada cahaya yang lewat lampu proyektor. Cermin mikro pada chip DLP tidak memiliki warna yang spesifik untuk memberi warna pada gambar. Sehingga diperlukan filter warna (berupa lingkaran yang berisi warna-warna dasar merah, hijau dan biru) yang berputar dengan ritme tertentu dan tersinkronisasi dengan pergerakan cermin mikro. Cahaya yang tidak dipakai pada gambar akhir akan dibelokkan keluar dari jalur bias oleh cermin mikro. Proyektor hi-end ada yang membenamkan 3 chip DLP dalam perangkatnya. Tiap chip menangani warna dasar yang berbeda. Sehingga biasanya memiliki harga yang mahal (sekitar US$10.000-an keatas). Keunggulan teknologi DLP terdapat pada ringkasnya ruang cahaya yang diperlukan. Hal ini tentu mempengaruhi ukuran “bodi” proyektor. Selain itu, kontras warna yang dihasilkan proyektor DLP sangat baik dengan kualitas warna hitam yang lebih baik. Piksel yang terlihat pada gambar yang dihasilkan oleh proyektor LCD juga dapat diminimalisir dengan baik oleh teknologi DLP. Sedangkan kelemahan DLP terdapat pada lingkaran warna yang merupakan salah satu komponen pentingnya. Pada beberapa kasus, lingkaran warna ini dapat menghasilkan “efek pelangi”. Yaitu munculnya warna asing di luar 3 warna primer yang ada akibat kesalahan perputaran lingkaran 



CARA KERJA PROJECTOR LCoS  ( Liquid Crystal On Silicon )
LCoS merupakan projector terbaik dalam menghasilkan tampilan gambar pada screen dibanding jenis proyektor lain. Namun dari semua jenis proyektor yang beredar di pasaran, LCoS proyektor merupakan jenis proyektor paling mahal dan paling berat. proyektor ini adalah penggabungan antara Teknologi LCD dan DLP. LCoS dalam pabrikan Sony disebut dengan SXRD (Silicon X’tal Reflektive Display). Sedangkan LCoS dalam pabrikan JVC di sebut dengan D-ILA (Direct Drive Image Amplication). Cara Kerja Proyektor L-CoS Seperti pada LCD proyektor, citra yang masuk akan diolah pada suatu filter dengan basis warna merah, hijau, dan biru (RGB). Kemudian citra akan masuk ke liquid crystal panel yang akan merefleksikan warna-warna dan brightness yang dibutuhkan untuk menampilkan gambar seperti pada DMD chip


CARA KERJA KHRONOS PROJECTOR
Khronos Projector adalah instalasi-seni interaktif yang memungkinkan orang untuk menjelajahi konten film pra-rekaman dengan cara yang sama sekali baru.Sebuah video tape klasik memungkinkan kontrol sederhana dari proses reproduksi (berhenti, mundur, maju, dan kontrol dasar pada kecepatan reproduksi). Pemain digital modern menambahkan sedikit lebih dari kemungkinan untuk melakukan lompatan-lompatan temporal yang acak antara frame gambar.
Tujuan dari Khronos Projector adalah untuk melampaui bentuk-bentuk kontrol eksklusif temporal, dengan memberikan pengguna dimensi yang sama sekali baru untuk bermain dengan: dengan menyentuh layar proyeksi, pengguna dapat mengirim bagian dari gambar maju atau mundur dalam waktu.
Algoritma fusi spatio-temporal adalah CARA KERJA inti dari program Khronos itu. terdiri atas campuran ratusan gambar dari urutan film untuk menghasilkan gambar yang ditampilkan unik. Operasi blending dikendalikan oleh "spatio-temporal filter", atau "spatio-temporalpermukaan pemotongan", yang merupakan permukaan dua dimensi tergeletak di dalam"spatio-temporal volume" dari film. Gambar menyatu adalah gabungan dari semua persimpangan dari permukaan spatio-temporal dengan setiap gambar dalam urutan. Program (sangat butuh komputasi) telah prototyped menggunakan Matlab, dan akhirnya dikodekan dalam C++ menggunakan OpenGL. Versi ini dapat menampilkan gambar dicampur dinamis baik dalam 2D, tetapi juga dalam 3D dengan pemetaan gambar pada permukaan NURBS dihasilkan mewakili peta waktu / tekanan aktual. Dalam embedding paling dasar untuk instalasi yang diusulkan, filter spatio-temporal dibentuk interaktif menggunakan mouse, tablet grafis atau layar LCD layar sentuh.



DAFTAR PUSTAKA
http://ahmadbarkah1.blogspot.com/2013/02/kelebihan-dan-kekurangan-monitor-crt_20.html
http://apaperbedaan.blogspot.com/2012/07/perbedaan-televisi-lcd-dan-led.html
http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016971234/beginilah-cara-kerja-layar-sentuh-touch-screen/
http://zhemwelelanor.blogspot.com/2013/11/perbedaan-monitor-crt-lcd-dan-led.html
http://happytreefoes.blogspot.com/2011/03/prinsip-kerja-monitor.html
http://satrioriawan.wordpress.com/2010/11/08/cara-kerja-dan-perbedaan-monitor-lcdled-dan-crt/
http://haxims.blogspot.com/2012/04/cara-kerja-touch-screen-layar-sentuh.html
http://dedenthea.wordpress.com/2013/06/18/mau-tahu-cara-kerja-monitor-lcd-led-dan-crt/
http://gembel-it.blogspot.com/2009/09/konsep-kerja-plasma-monitor.html
http://pgrisumbersari.wordpress.com/2012/01/12/mengenal-proyektor-dan-cara-penggunaannya/
http://www.k2.t.u-tokyo.ac.jp/members/alvaro/Khronos/
http://belajarproyektor.blogspot.com/2014/01/teknologi-display-projector.html
http://www.kaskus.co.id/thread/510cea76582acf9b36000011/gimana-sih-cara-kerjanya-projector-lcd

http://anekaprojector.com/index.php?option=com_content&view=article&id=42:makalah-projector-distributor-projector-panasonic-distributor-projector-nec-distributor-projector-sony&catid=2:projectors